Mengenal Pupuk Organik Padat

0
53
Pupuk Organik Padat

Agropedia.id – Saat ini pupuk organik padat semakin banyak digunakan oleh para petani dalam menyuplai nutrisi tanaman mereka.

Hal tersebut dipilih karena kandungannya tidak terdapat sedikit pun bahan kimia sehingga bahan pangan hasil pertanian pun sehat dan aman untuk dimakan oleh manusia.

Kandungan Pupuk Organik Padat

Perlu Anda ketahui bahwasannya pengolahan pupuk organik yang sedang menjadi trend saat ini memang aman untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan penyakit.

Hal itu disebabkan karena kandungan di dalamnya terbuat dari bahan-bahan alami pilihan terbaik. Berikut ulasannya:

1. Mengandung Unsur Makro

Pupuk organik ini dapat dibilang sebagai pupuk majemuk karena kandungan unsur-unsur makro di dalamnya. Hal tersebut bermanfaat baik bagi tanaman dan telah memenuhi zat hara kebutuhan produksi pangan sehari-hari.

Adapun, unsur-unsur makro yang ada di dalam pupuk organik padat yaitu meliputi, Unsur Nitrogen, Unsur Fosfor dan Unsur Kalium.

Unsur-unsur tersebut manfaatnya hampir sama dengan pupuk NPK kimia yang banyak dijual di pasaran. Namun dalam hal ini, berbahan murni dan terbuat dari produksi alam.

2. Mengandung Unsur Mikro

Kandungan selanjutnya yang terdapat dalam Pupuk Organik yakni meliputi unsur-unsur mikro.

Hal ini telah melalui uji tes labotorium resmi yang dilakukan oleh para ahli sehingga keberadaan dan manfaatnya tidak bisa diragukan lagi.

Nah, unsur-unsur mikro yang menyusun kandungan dari pupuk yang satu ini adalah, Unsur Kalsium, Unsur Besi dan Unsur Magnesium.

Kandungan tersebut telah ada di dalam komposisi dari pupuk organik padat sejak pertamakali pembuatannya di abad ke-19.

Anda juga dapat melihat komposisi dari setiap kemasan penjualannya jika ingin memahaminya lebih lanjut.

Cara Pembuatan Pupuk Organik Padat

Sebenarnya, pembuatan dari pupuk organik bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Namun pada prakteknya, ternyata hal ini lumayan sulit.

Diperlukan adanya keterampilan serta pemahaman tertentu dari si pembuat supaya hasilnya memang benar-benar berkualitas.

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membuat pupuk organik berbentuk padat yakni dengan menyiapkan alat-alat serta bahannya terlebih dahulu yaitu meliputi:

  1. Kotoran hewan seperti ayam, sapi dan kambing yang sudah kering.
  2. Air sebanyak 100 liter.
  3. Jerami kering yang sudah dicacah sebelumnya secukupnya.
  4. Tetes pertanian sebanyak 1 liter.
  5. Em4 sebanyak 1 liter.
  6. Dedaunan kering atau bubuk kayu hasil gergaji.
  7. Arang sekam.
  8. Dedak.

Di samping menyiapkan alat dan bahan yang telah disebutkan, Anda juga harus memilih media pembuatan pupuk.

Pastikan tempatnya sejuk serta tidak berpotensi terkena paparan sinar matahari secara langsung.

2. Membuat Dekomposer Pupuk

Setelah semua bahan dan media pembuatan pupuk telah siap, maka kini langkah selanjutnya yakni membuat dekomposernya.

Hal ini berfungsi untuk mempercepat daya kerja mikroba pada bahan-bahan alam tersebut.

Adapun cara pembuatan dekomposer ini sangat mudah yakni dengan hanya mencampurkan larutan tetes dan juga em4.

Aduk kedua bahan itu hingga tercampur rata dan diamkan selama beberapa menit supaya bisa bekerja secara maksimal.

3. Pencampuran Bahan-bahan Pupuk

Nah, kini saatnya Anda melakukan pencampuran bahan-bahan yang telah disiapkan dengan perbandingan yang pas agar menjadi pupuk padat dengan kualitas terbaik.

Prosesnya cukup rumit, tetapi masih bisa dilakukan secara manual. Adapun, langkah-langkah pencampuran bahan-bahan pupuknya adalah:

  1. Pertama, silakan Anda campuran kotoran ternak yang telah disiapkan dengan arang sekam secukupnya untuk lapisan pertama pupuk.
  2. Aduk bahan-bahan tersebut hingga benar-benar tercampur rata dan tambahkanlah larutan dekomposer yang telah dibuat sebelumnya.
  3. Kemudian, untuk lapisan pupuk yang kedua, Anda bisa menaburkan jerami di atas pelapisan pertama tadi.
  4. Tambahkanlah juga dedak, bubuk kayu hasil penggergajian serta bahan-bahan organik lainnya
  5. Campurkan semua bahan tersebut dan pastikan sampai tercampur rata.
  6. Terakhir, silakan Anda untuk memberikan tetesan dekomposer kembali di atasnya.

4. Proses Terakhir Fermentasi dan Penutupan Pupuk

Langkah terakhir dalam pembuatan pupuk ini yaitu dengan mendiamkan dan mengistirahatkannya di media tanah.

Ini memang terkesan sepele, tetapi jika prosedur dan caranya tidak dilakukan dengan benar, maka pembuatannya tidak akan berhasil.

Cara dalam merawat pupuk saat diistirahatkan ini yakni:

  1. Tutup rapat tumpukan lapisan pupuk yang telah selesai dicampurkan tadi menggunakan karung dan juga jerami.
  2. Lalu, silakan pada hari-hari selanjutya Anda mengaduk-aduk adonan pupuk tersebut hingga tercampur rata dan kemudian menutupnya rapat kembali.
  3. Jika adonan pupuk telah bersuhu normal, maka tandanya itu sudah siap untuk diaplikasikan pada tanaman.

Nah, itu dia langkah – langkah cara membuat pupuk organik padat dirumah.

Apabila cara yang dijelaskan diatas dirasa cukup sulit dan merepotkan untuk dipraktekkan, Alternatif yang lebih mudah adalah dengan langsung membeli pupuk yang sudah jadi di toko pertanian.

Ada banyak merek pupuk organik buatan pabrik yang beredar dipasaran, Salah satu dari sekian banyak merek yang dikenal orang adalah Pupuk Organik Petroganik produksi dari PT. Petrokimia Gresik.

Cara Pengaplikasian Pupuk Organik Padat pada Tanaman

Dalam pemupukan menggunakan pupuk organik padat ini, Anda tidak boleh sembarangan dalam mengaplikasikannya pada tanaman.

Terdapat dosis serta caranya tersendiri supaya nanti benar-benar menghasilkan produk pangan terbaik.

Nah, pupuk organik padat ini cara pengaplikasiannya bisa langsung dibaurkan di tanah tanpa harus dinacurkan atau di buat menjadi larutan terlebih dahulu.

Nantinya, semakin lama zatnya berdiam diri di sana, maka pertanahan pun akan bertambah subur. Pupuk ini sangat aman dan tidak akan khawatir membuat tanaman mati jika terjadi kontak langsung.

Akan tetapi, Anda juga harus menggunakannya sewajarnya saja karena kalau kebannyakan tanah akan terlalu gembur dan tidak cocok untuk media tanam tertentu.

Manfaat Nyata Pupuk Organik Padat

Walaupun pupuk ini terbuat dari bahan-bahan alami organik, namun manfaatnya tidak kalah dengan berbagai produk kimia.

Bahkan produknya kini harganya lebih mahal karena ketersediannya terbatas serta banyak dicari. Lantas, apa saja manfaatnya?

1. Menambah dan Mengaktifkan Unsur Hara dalam Tanah

Jika tanah yang digunakan untuk media tanam Anda cenderung kurang bisa menyuburkan tanaman,

maka memberikan pupuk organik adalah pilihan terbaiknya karena di dalamnya terdapat banyak kandungan zat hara dari unsur makro maupun mikro.

Dalam hal ini, pupuk organik padat akan berperan sebagai pengaktif kandungan zat hara asli di dalam tanah.

2. Memperkuat Daya Ikat Agregat pada Tanah Berpasir

Seperti yang telah diketahui secara umum, daya ikat agregat pada tanah berpasir cenderung rendah.

Hal ini tidak cocok digunakan sebagai media tanaman sayur-sayuran maupun palawija serta bahan pangan lainnya.

Nah, untuk mengatasi supaya tanah berpasir bisa dimanfaatkan, maka gunakanlah pupuk organik karena kandungannya dapat mengikat daya agregat nutrisi dalam tumbuhan.

3. Meningkatkan Daya Serap Air di Akar

Jika daya serap air di akar tanaman tidak bisa maksimal, maka hal tersebut akan mengakibatkan kualias pertumbuhan terhambat serta daun mudah layu.

Nah, jalan terbaik untuk mengatasi problem ini yaitu menggunakan Pupuk Organik Padat dengan kendungan bahan-bahan alami.

Sejak puluhan tahun, pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan ini telah dipercaya mampu membuka pori-pori tanah lebih lebar sehingga akar pun bisa menyerap air semakin banyak.

Kualitas dan kemampuannya sudah tidak diragukan lagi oleh para petani.

Demikianlah pembahasan yang dapat disampaikan mengenai seluk-beluk dari pupuk organik padat dalam artikel ini. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Pupuk Organik Cair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here