Apa Itu Pupuk Organik Petroganik?

0
36
pupuk petroganik

Agropedia.id – Produk fertilizer dibutuhkan oleh petani dan pecinta tanaman untuk melengkapi unsur hara bagi tumbuhannya. Berasal dari pelapukan, kotoran hewan dan limbah rumah tangga.

Salah satunya adalah pupuk organik petroganik dengan bentuk butir padat yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman.

Asal Muasal Bahan Organik

Bahan organik dapat berasal dari tanah. Biasanya terbentuk dari hasil pelapukan tumbuhan atau binatang yang sudah lama terurai kemudian bercampur dengan mineral lain di dalam tanah.

Lapisan tanah tersebut perlahan memiliki unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Kriteria tanah yang subur dipengaruhi oleh kandungan bahan organik. Persentase kandungannya berkisar antara 3% sampai 5%.

Kondisi mengkhawatirkan jika kadar organik terlalu rendah. atau hanya sekitar 2% dari persentase seharusnya sehingga menyebabkan daya topang tanah semakin menurun.

Bahan organik tanah termasuk bagian dari lapisan tanah dengan memberi pengaruh agar tanah lebih subur dan menyediakan unsur hara mikro serta aspek-aspek pendukung pertumbuhan lainnya.

Maka dari itu manfaat seperti ini tidak ditemukan dari penggunaan pupuk kimia.

Hadirnya Pupuk Organik

Sesuai namanya bahwa Pupuk Organik merupakan produk penyubur tanah yang kandungan bahan-bahannya berasal dari sisa-sisa tanaman maupun kotoran hewan.

Diolah dalam bentuk padat maupun cair sebagi upaya untuk meningkatkan kadar organik tanah.

Selain itu pupuk organik memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisika tanah sehingga dampak yang diberikan berupa perbaikan struktur, daya sokong dan aerasi tanah.

Selain itu mampu memperlambat laju pengikisan tanah serta menyediakan unsur hara penting bagi tanaman.

Kembalinya bahan organik tanah tersebut berdampak pada tingkat kesuburan tanah sehingga memberikan hasil panen melimpah karena unsur hara tanaman tercukupi dengan baik.

Lebih efisien dalam pemupukan serta menjaga kelangsungan mikroorganisme atau kelestarian lingkungan.

Berbagai Hal yang Berkaitan dengan Pupuk Organik Petroganik

Pupuk organik ada banyak sekali jenisnya namun dari segi penggunaan bahan, tidak banyak berbeda dengan memanfaatkan zat-zat sisa makhluk hidup.

Salah satunya dikenal dengan petroganik. Disebut begitu karena diproduksi oleh PT. Petrokimia Gresik yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya.

1. Spesifikasi dan Komposisi Pupuk Petroganik

Bila diamati dari tampilan fisiknya, Pupuk Petroganik memiliki warna butir coklat kehitaman bentuknya berupa granul atau bulir-bulir kecil dengan rentang ukuran bervariasi.

Dikemas dengan kantong putih bersifat kedap air. Berat bersih diketahui berukuran 25 kilogram dan 40 kilogram.

Komposisi dari pupuk petroganik terdiri dari kadar bahan organik sebesar 15%, rasio karbon terhadap nitrogen 15 sampai 25, rentang kadar air 8% hingga 20% dan derajat keasaman 4ph sampai 9ph.

2. Keunggulan dari Penggunaan Pupuk Petroganik

Melihat berbagai kandungan di dalamnya, pupuk petroganik memperlihatkan keunggulan tersendiri ketika diaplikasikan terhadap tanah tempat menanam tumbuhan.

Kadar bahan organiknya termasuk tinggi dengan persentase 15%. Selain itu,bentuknya berupa granul, mudah untuk diimplementasikan.

Pupuk petroganik yang diproduksi melalui bahan organik bersifat ramah lingkungan karena bebas dalam penggunaan bahan kimia berbahaya.

Selain itu aman untuk diberikan pada tanaman sebab terbebas dari mikroba parasit. Rendahnya kadar air membuatnya lebih efisien dalam penyimpanan unsur hara.

3. Manfaat dari Penggunaan Pupuk Petroganik

Setelah diketahui keunggulan dari pupuk organik petroganik maka selanjutnya perlu mengerti manfaat dari pengaplikasiannya.

Kegunaan pertama yakni memperbaiki tata udara dan struktur tanah sehingga memperlancar penyerapan unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman melalui akarnya.

Manfaat berikutnya adalah sebagai penopang unsur hara di dalam tanah. Hal tersebut berguna dalam menyimpan cadangan nutrisi bagi tanaman agar sewaktu-waktu dapat diserap oleh cabang akarnya.

Pupuk petroganik dapat dimanfaatkan untuk semua jenis tumbuhan menghasilkan.

4. Kadar Penggunaan Pupuk Petroganik

Penggunaan pupuk organik memang tidak berakibat fatal bagi tanah, namun menentukan dosis yang tepat merupakan faktor penting demi menghasilkan tanaman unggul.

Beragam jenis tanaman membutuhkan takaran berbeda sehingga perlu diatur sedemikian rupa seperti pada kadar berikut ini:

  1. Padi dan Palawijaya sebanyak 500 sampai 1000 kilogram per hektar.
  2. Tanaman holtikultura (wortel, manggis, melati) sebanyak 2000 kilogram per hektar.
  3. Tanaman keras (jati, gaharu, eboni) sebanyak 3 kilogram per pohonnya.

Takaran pupuk petroganik di atas adalah penggunaan lahan luas. Pada tanaman holtikultura dan pangan diberikan seluruhnya saat pemupukan dasar.

Sedangkan untuk tanaman seperti jati, suren, albasia, mahoni dan gahara (kategori tanaman keras) fertilizer diberikan saat awal dan akhir musim penghujan.

5. Alat dan Bahan dalam Memproduksi Pupuk Petroganik

Pupuk petroganik merupakan produk organik yang diproduksi oleh PT. Petrokimia Gresik.

Dalam memperlancar proses pembuatannya, tidak lepas dari penggunaan alat dan bahan. Beberapa kelengkapan tersebut antara lain:

  1. Kotoran ayam, kambing, sapid an hewan ternak lainnya.
  2. Limbah pabrik gula atau kelapa sawit
  3. Formula mixtro
  4. Suplemen
  5. Tanah liat atau kapur.
  6. 1 unit mesin penghancur dengan kapasitas 2 ton per jam.
  7. 3 unit wadah mesin granulator dengan kapasitas 1.5 ton per jam .
  8. 1 unit mesin pengering dengan kapasitas 1.5 ton per jam.

Beberapa kelengkapan di atas merupakan alat dan bahan pendukung jalannya produksi. Biasanya PT. Petrokimia Gresik mampu menghasilkan sebanyak 10 ton pupuk petroganik per harinya.

Beroperasi selama 8 jam dengan jalannya produksi dibantu oleh 14 pekerja untuk mengoperasikan mesin.

6. Proses Pembuatan Pupuk Petroganik

Terbentuknya produk penyubur tanah melewati serangkaian proses hingga memperoleh hasil akhir seperti yang diharapkan.

PT. Petrokimia Gresik merupakan produsen dari jenis pupuk ini sudah paham mengenai pengolahan seperti apa yang perlu dilakukan.

Persiapan bahan baku seperti kotoran kambing, unggas, sapi dan hewan ternak lainnya dibutuhkan dalam proses membuatnya.

Tanpa terkecuali memanfaatkan limbah industri, sampah rumah tangga. Tahap produksi pupuk petroganik adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan bahan baku ke dalam mesin penghancur / crusher
  2. Bahan baku tersebut dihaluskan sampai berbentuk butiran atau sampai menjadi debu.
  3. Bila melakukan dengan cara manual dapat menggunakan cangkul lalu disaring.
  4. Bahan baku yang sudah halus tadi kemudian ditimbang berdasarkan formula yang telah ditetapkan.
  5. Setelah penimbangan, bahan baku tersebut dicampur dengan suplemen mixtro dan air di dalam wadah mesin pan granulator.
  6. Campuran bahan tadi akan terbentuk menjadi butiran-butian kecil
  7. Butiran-butiran kecil tersebut kemudian dibiarkan terlebih dahulu selama 2 sampai 3 hari agar dapat menurunkan kandungan air setelah melalui proses mesin pan granulator.
  8. Setelah tercapai selama waktu yang dinantikan, langkah berikutnya adalah pengeringan.
  9. Masukkan butiran-butiran tersebut ke dalam mesin pengering.
  10. Mesin pengering dapat menampung 7 hingga 10 ton butir-butir pupuk tersebut per harinya.
  11. Setelah dikeringkan oleh mesin, selanjutnya butir-butir pupuk tersebut diayak atau disaring pada mesin screen.
  12. Setelah melalui proses pengayakan butir-butir pupuk tadi berukuran hampir serupa seluruhnya.
  13. Kemudian dari mesin screen dikemas dalam karung berbagai ukuran mulai dari 25 kilogram sampai 40 kilogram.

Kurang lebih berbagai pembahasan di atas merupakan sesuatu yang erat kaitannya dengan pupuk organik petroganik.

Mulai dari proses awal produksi hingga tahap penyelesaian akhir dalam menyediakan produk bermanfaat bagi kesuburan tanah dan mampu mendorong hasil panen tanaman lebih berkualitas.

Baca Juga: Kenali Lebih Jauh Tentang Pupuk Organik Cair (POC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here