10 Hal Tentang Pupuk Organik

0
48
Pupuk organik

Sekarang banyak petani yang beralih ke pupuk organik. Kehadirannya cukup populer sebab memiliki banyak manfaat bagi tanaman.

Penyubur tumbuhan tersebut dijual dengan harga cukup bervariasi. Sebelum memutuskan untuk membelinya, sebaiknya Anda mengetahui hal-hal di bawah ini.

Agropedia.id sudah menjabarkannya secara lengkap untuk Anda.

Sekilas Tentang Pupuk Organik

Kini pupuk organik laku keras di pasaran karena keberadaanya membuat tanaman menjadi lebih subur sehingga menguntungkan saat musim panen tiba.

Penggunaannya cukup aman karena dibuat dari bahan-bahan alami. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan efek yang ditimbulkannya.

Untuk pembuatannya ada berbagai jenis pupuk organik, salah satunya kompos. Penyubur tanaman ini praktis sebab pengguna dapat membeli atau membuatnya sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar.

Bahkan, seseorang bisa memanfaatkan sampah dapur yang tidak terpakai. Selain digunakan oleh para petani di sawah, pupuk berkualitas ini pun kerap digunakan oleh pemilik kebun.

Bahkan, Anda yang gemar bercocok tanam pun bisa menggunakannya untuk tanaman di rumah. Banyak orang menggunakannya dikarenakan harganya cukup murah.

Apalagi kini pelanggan tidak perlu repot-repot datang ke pasar atau toko sebab dengan sekali klik saja, pupuk organik akan diproses untuk dikirimkan ke tempat Anda.

Ini sungguh praktis dan cocok untuk para klien yang tidak punya waktu untuk membelinya langsung.

Kandungan Alami Pupuk Organik

Pupuk alami ini terkenal dengan kandungannya baik untuk kesuburan tanaman. Ada banyak zat terkandung di dalamnya yakni kalium, nitrogen, fosfor dan belerang.

Selain itu, terdapat klor yang merupakan salah satu unsur hara. Kandungan tersebut penting dimiliki pupuk organik.

Hal itu dikarenakan zat-zat tersebut mampu menyuburkan serta mengembalikan kondisi tanah sehingga gembur kembali.

Pupuk organik juga banyak mengandung zat lainnya diantaranya besi,kobal dan iodium. Jika melihat banyaknya material di dalamnya, tak heran jika penyubur tanaman itu laris manis di pasaran.

Selain menyuburkan tanah tempat berpijak tanaman, kandungannya mampu menstimulasi tumbuhan agar dapat bernafas baik.

Tak hanya itu, proses fotosintesis pun dapat dilakukan dengan baik. Alhasil, proses pembuahan pun bisa terjadi lebih cepat sehingga hasil panen bisa menguntungkan.

Tak heran, kini permintaan pupuk organik di pasaran makin melonjak. Sebenarnya, Anda bisa membuatnya di rumah.

Namun, ini membutuhkan waktu dan sedikit ribet. Apalagi, tidak semua orang memiliki cukup waktu membuat sendiri bahan penyubur tanaman tersebut.

Jenis Pupuk Organik

Ada beberapa macam pupuk organik yang banyak beredar di pasaran. Adanya variasi jenis ini sangat memudahkan pelanggan yang membeli dengan berbagai macam kepentingan.

Jadi, Anda bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan. Berikut ulasannya:

1. Pupuk Kompos

Pupuk itu terbuat dari bahan-bahan baik dari hewan, tumbuhan maupun sisa sampah dapur. Khusus jenis ini, pengguna bisa membuatnya sendiri.

Anda hanya perlu menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar, misalnya sampah dedaunan atau sisa makanan tidak termakan.

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan kotoran ternak yang dimiliki. Pupuk kompos ini menguntungkan karena proses penguraian dilakukan secara biologi yakni memanfaatkan bantuan jamur, cacing atau bakteri lainnya.

2. Pupuk Organik Cair

Selain kompos, petani dapat menggunakan pupuk organik cair. Anda tidak perlu susah payah membuatnya sebab tidak sulit menemukan produk ini di pasaran.

Penyubur tumbuhan tersebut dibuat dari proses fermentasi bahan-bahan alami yang diberi air.

Cara penggunaanya sungguh mudah yakni disemprotkan ke area yang dibutuhkan misalnya daun atau permukaan tanah tempatnya berpijak.

Pemakaiannya sangat praktis. Tak heran, jika pupuk alami tersebut banyak dicari orang.

3. Pupuk Serasah

Pupuk ini sangat unik sebab memanfaatkan unsur alam yang tidak terpakai seperti jerami dan rumput untuk membuatnya.

Bahan alami tersebut digunkaan khusus untuk menyuburkan area tanah sebab teksturnya cukup padat.

Umumnya orang menggunakannya sebagai penutup tanah dengan harapan tumbuhan bisa lebih subur dibandingkan sebelumnya.

Tak hanya menyuburkan, pupuk keren ini bisa melembabkan dan mencegah bakteri yang datang saat hujan.

4. Pupuk Kandang

Ada lagi jenis bahan alami untuk menggemburkan tanah ladang, yakni pupuk kandang. Penyubur tanaman ini diciptakan dari salah satu kotoran hewan.

Ada berbagai ternak dan unggas yang sering digunakan yaitu kambing, ayam, burung serta sapi.

Pupuk alami ini aman sebab mampu menyuburkan ladang tanpa bahan kimia sedikit pun. Kandungannya antara lain: nitrogen, kalium, kalsium dan tembaga.

Dengan pemakaian teratur serta takaran tepat, dijamin tumbuhan akan makin subur.

5. Pupuk Hijau

Pupuk hijau ialah salah satu penyubur tanaman alami yang bisa dimanfaatkan untuk menggemburkan tanah serta tanaman.

Sama seperti jenis lainnya, tipe ini memanfaatkan bahan alami berupa tanaman hijau atau dedaunan untuk membuat pupuk. Anda dapat menggunakan rerumputan atau sisa panen.

Adanya pemanfaatan tanaman hijau itu merupakan terobosan baru. Apalagi ini hampir tidak membutuhkan biaya karena bahan baku bisa didapatkan secara gratis.

Material terbaik untuk pupuk hijau berasal dari tanaman kacang-kacangan sebab mudah diuraikan dalam tanah.

Manfaat Pupuk Organik

Pupuk alami itu tidak hanya terjangkau namun memiliki banyak keunggulan yang bermanfaat bagi tumbuhan.

Penyubur tanah ini ternyata mempunyai segudang manfaat bagi beberapa pihak. Penasaran? Berikut adalah ulasannya:

1. Hemat Biaya

Setiap pebisnis tentu menginginkan keuntungan besar disertai biaya yang ekonomis. Hal itu bisa didapatkan jika memilih pupuk organik.

Harganya sangat terjangkau dan sebanding dengan kualitasnya. Dijamin, tanaman menjadi lebih subur usai memberikan penyubur alami ini.

Bahkan, Anda bisa membuatnya tanpa dana sedikit pun dengan cara memanfaatkan bahan-bahan alami tak terpakai di sekitar seperti kotoran ternak dan sampah dapur.

Nah, kini tak ada lagi alasan tidak memiliki pupuk karena petani bisa membuatnya sendiri.

2. Lebih Ramah Lingkungan

Pupuk organik ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung pengawet sama sekali. Hasil panennya jah lebih menyehatkan jadi Anda takkan was-was saat mengonsumsinya.

Tak heran, jika harga bahan pangan organik sangat mahal di pasaran.

Selain menyehatkan orang yang mengonsumsinya, pupuk ini pun mampu menyuburkan tanah tanpa efek samping. Area sekitar tanaman pun akan sehat karena tanpa pasokan senyawa kimia yang terkadang membahayakan.

3. Profit Bertambah

Tanaman yang diberi pupuk alami akan jauh lebih subur sebab kandungannya lebih ramah lingkungan.

Dampaknya sangat baik untuk kehidupan berbisnis yakni profit pun meningkat sebab hasil panen berkualitas dan bisa langsung dijual. Ini merupakan manfaat terbaik dari menggunakan pupuk alami.

Untuk bisa sampai ke titik ini, petani perlu sabar merawat serta memastikan bahwa kadar penyubur yang diberikan untuk tanaman takarannya pas sehingga mampu tumbuh dengan baik.

Harga Pupuk Organik

Bicara tentang pupuk, ada banyak variasi harga yang ditawarkan. Adanya variasi ini bergantung pada jenisnya. Sebagai contoh, harga pupuk cair organik dijual Rp. 23.000 dengan ukuran 1 liter. Cukup murah, bukan?

Namun, Anda tidak bisa memukul rata harga pupuk sebab ini bergantung ukuran serta merknya. Apalagi terdapat banyak jenis.

Untuk mengetahui tipe yang cocok untuk tanaman kesayangan, sebaiknya tanyakan pada penjual mengenai keunggulan masing-masing.

Harga penyubur tanaman ini bervariasi. Apalagi banyak perusahaan membuatkan pupuk organik untuk berbagai konsumen.

Anda bisa memilih pupuk untuk tanaman pangan, buah-buahan, tanaman hias atau sawit. Bahkan, terdapat produk spesial untuk lapangan golf.

Adanya variasi untuk berbagai keperluan itu membuat harganya berbeda-beda. Untuk mendapatkan harga termurah, pastikan membeli di tempat penjualan pupuk organik terpercaya yang telah memiliki kredibilitas.

Tips Memilih Pupuk Organik

Usai mengetahui kisaran harganya, Anda wajib hukumnya mengetahui trik memilih pupuk organik. Tips dapat digunakan bagi pecinta tanaman yang ingin menyuburkan tumbuhan dengan bahan alami ramah lingkungan. Simak ulasan berikut:

1. Pilih Sesuai Fungsi

Salah satu tips jitu memilih pupuk berkualitas yaitu dengan menentukan sesuai fungsinya. Kini ada beberapa jenis yang ditawarkan mulai dari pupuk kompos hingga pupuk cair.

Apabila tidak ingin repot dan malas membuat, maka bisa membeli buatan pabrik berbahan organik.

Saat ini, terdapat perusahan yang membagi penyubur tanah menjadi beberapa kategori. Jika membeli, maka pastikan memilih sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Semisal, jika mencari penyubur untuk padi, belilah pupuk khusus tananam pangan. Jangan membeli pupuk tanaman hias. Hasilnya akan berbeda.

2. Sesuaikan Anggaran

Anda tidak akan merasa kemahalan karena harga pupuk alami itu bervariatif sehingga relatif terjangkau untuk semua kalangan.

Harganya mulai belasan ribu hingga ratusan ribu. Adanya perbedaan ini dikarenakan kualitas serta ukurannya. Untuk produk berkualitas harus rela merogoh kocek lebih dalam.

Pecinta tanaman tak perlu memaksakan keadaan hingga kantong bolong sebab masih ada penyubur tumbuhan termurah disertai kualitas lumayan bagus.

Jika ingin mendapatkannya, tentu harus meluangkan waktu riset terlebih dahulu. Dengan menelitinya, Anda bisa memperoleh harga murah.

3. Pilih Produk Berkualitas

Jika telah menemukan pupuk cair termurah, amati dengan seksama apakah penyubur tersebut berkualitas atau tidak.

Apabila harganya terlampau murah namun tidak bermutu baik, maka buang pikiran untuk membelinya.

Kriteria harga terjangkau memang penting, namun jangan kesampingkan aspek untuk menemukan produk berkualitas.

Ini demi mendapatkan hasil panen yang bermutu baik sehingga siap dijual saat musimnya nanti.

4. Pilih Distributor Terpercaya

Apabila memutuskan membeli produk pupuk terbaik dengan harga terjangkau, pastikan Anda memilih perusahaan terpercaya.

Hal ini penting sebab tidak sedikit distributor yang menjual barang palsu. Jika barang tersebut Anda beli, maka bisa berdampak buruk bagi tanaman di ladang.

Apabila memilih distributor terpercaya, pembeli akan diuntungkan sebab bisa memiliki pupuk alami tanpa kekhawatiran.

Perusahaan pupuk yang baik akan memberikan layanan terbaik serta melayani serta menjawab pertanyaan. Dengan demikian harapannya konsumen mendapatkan pupuk bermutu tinggi.

Proses Pembuatan Pupuk Organik

Selain membeli di distributor, Anda pun bisa mengolah bahan-bahan sekitar menjadi pupuk alami siap digunakan. Caranya tidak sesulit bayangan. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.

Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih jenis pupuk alami terlebih dahulu. Salah satu tipe paling mudah serta hemat yaitu pupuk kompos.

Untuk membuatnya, Anda bisa memanfaatkan sampah dapur berupa sisa-sisa makanan terbuang. Pastikan tidak ada plastik dan bahan tidak bisa didaur ulang.

Lalu siapkan tempat bertutup untuk pengolahan kompos. Mengenai ukurannya bisa menyesuaikan bergantung pada kebutuhan. Kemudian masukkan sampah dapur ke wadah sedikit demi sedikit. Lalu tambahkan dengan tanah secara perlahan.

Setelah itu, tambahkan lagi sampah dapur dan tutuplah menggunakan tanah hingga memenuhi wadah. Tahap terakhir ialah menutupnya dengan penutup wadah tersebut.

Pupuk ini bisa digunakan setelah didiamkan selama 3 minggu. Tidak sesulit yang dibayangkan, bukan?

Bagaimana Cara Menggunakan Pupuk Organik?

Ketika memakai pupuk organik untuk tanaman kesayangan Anda, ada berbagai metode yang digunakan antara lain: disebar, disemprot dan dimasukkan dalam lubang.

Selain itu, terdapat cara unik yakni ring placement yakni penempatan pupuk pada area sekeliling tumbuhan.

Untuk penyemprotan ini umumnya dilakukan pada bagian daun atau batang tanaman dengan harapan hama akan terbasmi secara sempurna.

Sementara penggunaan pupuk organik sebaiknya tidak dibarengi pestisida yang berbahan kimia sebab akan menimbulkan efek negatif.

Pupuk organik akan sia-sia. Bahkan, ini bisa mengakibatkan hal fatal bagi tanaman yaitu daun akan rusak dan lambat laun tumbuhan mati.

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, sebaiknya tidak mencampurkan dengan zat kimia.

Selain itu, saat menggunakan pupuk alami, perhatikan takarannya. Jangan menyamaratakan tanaman satu dengan lainnya.

Baca aturan penggunaan agar tanaman kesayangan bisa tumbuh subur sehingga bisa dipanen saatnya nanti.

Kekurangan Menggunakan Pupuk Organik

Setiap hal memiliki keunggulan dan kekurangan. Begitu pula dengan Pupuk Organik. Meskipun banyak manfaatnya, namun penyubur tanaman ini memiliki sedikit kelemahan.

Salah satunya yaitu respon yang diberikan tumbuhan terkadang cukup lambat. Hal itu berlaku karena pupuk bekerja secara alami.

Responnya akan sangat lambat apabila ternyata tanaman tersebut kurang cocok dengan jenis penyubur tertentu yang digunakan.

Bahkan, bisa saja pupuk tidak memberikan efek apapun. Ini bisa terjadi meskipun kemungkinannya sedikit. Selain itu, pupuk organik yang dibuat kurang benar akan berpotensi menjadi hama bagi tumbuhan.

Hal ini dikarenakan bahan alami tersebut mengandung telur serangga sehingga jadi bibit penyakit pada tanaman.

Ada lagi kekurangannya yakni proses pembuatannya cukup lama. Untuk membuat sebuah pupuk kompos dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Ini sangat tidak efektif terutama jika tanaman sangat membutuhkan penyubur.

Waktu Paling Tepat Memberikan Tanaman Pupuk Organik

Kapankah waktu ideal untuk melakukan pemupukan pada pupuk organik? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini sebab hal itu menyesuaikan dengan usia serta jenis tanaman.

Ingat, jangan terlalu sering memberikan penyubur pada tumbuhan karena itu bisa berdampak kurang baik bagi kesuburannya.

Selain itu, waktu pemberian pupuk pun bergantung pada cuaca. Takaran saat musim hujan dan kemarau akan berbeda karena perbedaan suhu serta keadaan.

Jika bingung mengenai takarannya, Anda bisa menanyakan pada sang ahli atau melakukan riset via internet.

Namun, ada informasi valid yang bisa diketahui yakni waktu terbaik untuk memupuk tumbuhan ialah pagi sekitar pukul 8 hingga 10 atau sore hari setelah jam 4.

Saat itu adalah periode paling tepat karena matahari belum panas sehingga pupuk alami bisa diserap dengan baik.

Jika hujan turun, jangan memaksakan keadaan dengan tetap memupuk tanaman. Ini akan membuang-buang waktu sebab air hujan akan menghilangkan zat penting yang ada dalam pupuk.

Oleh karena itu, perhatikan cuaca sehingga tanaman bisa menyerapnya secara baik.

Nah, itulah beberapa hal penting tentang pupuk organik yang perlu diketahui. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here