7 Hama Tanaman yang Sering Ditemukan di Pertanian Indonesia dan Cara Mengenalinya

Daun berlubang, tanaman layu, pucuk mengeriting, hingga buah rusak merupakan beberapa tanda serangan hama tanaman yang sering ditemukan di lahan pertanian. Tanda serangan tersebut dapat berbeda-beda bergantung pada jenis hama dan bagian tanaman yang diserang.

Mengenali hama sejak dini membantu petani menentukan langkah pengendalian yang sesuai sebelum kerusakan semakin meluas.

7 Jenis Hama Utama dan Karakteristik Serangannya

1. Ulat Grayak (termasuk Spodoptera frugiperda pada jagung)

Larva hama tanaman ulat grayak dengan ciri khas huruf Y terbalik yang merusak dan melubangi pucuk daun jagung.
(BBPOPT, 2021)
  • Cara mengenali: larva berwarna hijau hingga cokelat gelap, memiliki garis pada tubuh, pola menyerupai huruf Y terbalik pada kepala, dan empat titik membentuk persegi pada ruas tubuh bagian belakang.
  • Pada jagung, larva dapat ditemukan di pucuk; daun tampak berlubang atau terkoyak dan sering terdapat kotoran menyerupai serbuk.

2. Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens)

Koloni hama tanaman wereng batang cokelat yang menyerang pangkal batang padi hingga menyebabkan tanaman menguning dan terbakar (hopperburn).
Credit: Bayer CropScience
  • Cara mengenali: serangga kecil berwarna cokelat yang banyak ditemukan bergerombol di pangkal batang padi.
  • Serangannya menyebabkan tanaman menguning, mengering, dan pada serangan berat tampak seperti terbakar (hopperburn).

3. Kutu Daun (Aphididae)

Serangga hama tanaman kutu daun yang bergerombol menghisap cairan pada pucuk daun dan menyebabkan daun muda mengeriting.
  • Cara mengenali: serangga kecil berwarna hijau, kuning, hitam, atau cokelat yang sering bergerombol pada pucuk dan bagian bawah daun.
  • Tanda serangannya antara lain daun muda mengeriting, pertumbuhan terhambat, dan permukaan daun terasa lengket akibat embun madu.

4. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Hama tanaman kutu kebul bersayap putih yang menempel dan bersembunyi menghisap nutrisi di bagian bawah permukaan daun.
  • Cara mengenali: serangga dewasa berukuran kecil dengan sayap putih seperti bertepung.
  • Nimfa menempel di bagian bawah daun. Ketika tanaman digoyangkan, serangga dewasa biasanya beterbangan.
  • Serangan dapat menyebabkan daun menguning dan hama ini juga dapat menularkan virus tanaman.

5. Thrips

Bentuk fisik hama tanaman thrips sangat kecil yang merusak bunga muda dan menyebabkan bercak keperakan pada daun.
  • Cara mengenali: serangga sangat kecil dengan tubuh ramping memanjang, berwarna kuning, cokelat, atau kehitaman.
  • Thrips sering berada di pucuk, bunga, atau lipatan daun.
  • Tanda serangannya berupa bercak keperakan, daun mengeriting, serta bunga dan buah muda yang rusak.

6. Lalat Buah (Bactrocera spp.)

Lalat buah yang menjadi hama tanaman perusak kualitas panen buah
Sumber: (Plantix.net)
  • Cara mengenali: lalat dewasa memiliki corak tubuh atau sayap khas.
  • Larvanya berbentuk seperti belatung putih dan berkembang di dalam buah.
  • Buah terserang dapat menunjukkan titik bekas tusukan, membusuk, berubah warna, atau gugur sebelum matang.

7. Penggerek Batang Kuning (Scirpophaga incertulas)

Larva hama tanaman penggerek batang kuning di dalam jaringan batang padi yang menyebabkan penyakit sundep dan beluk.
Sumber: (Plantix.net)
  • Cara mengenali: larva berada di dalam batang atau jaringan tanaman.
  • Tanda serangan dapat berupa lubang gerekan dan kotoran seperti serbuk. Pada padi, serangan dapat menyebabkan sundep pada fase vegetatif atau beluk pada fase generatif; pada jagung, batang dapat berlubang dan mudah patah.

Cara Memastikan Hama yang Menyerang

  1. Periksa tanaman secara menyeluruh. Amati permukaan atas dan bawah daun, pucuk, batang, bunga, serta buah.
  2. Cari hama dan tanda keberadaannya. Perhatikan telur, larva, nimfa, serangga dewasa, kotoran, lubang gerekan, atau bekas tusukan.
  3. Amati pola kerusakan. Gejala dapat membantu memperkirakan jenis hama, tetapi tidak selalu cukup untuk memastikan identitasnya.
  4. Pantau perkembangan populasi. Catat jumlah hama dan tingkat kerusakan secara berkala untuk menentukan apakah pengendalian diperlukan.

Strategi Agropedia: Persulit Serangan Hama Pengisap

Melihat daftar di atas, sebagian besar ancaman di lapangan didominasi oleh hama penusuk-pengisap (seperti kutu daun, kutu kebul, thrips, dan wereng). Serangga jenis ini sangat menyukai tanaman yang jaringan sel daunnya tipis dan lunak.

Untuk mempersulit hama pengisap menancapkan jarum mulutnya, Anda wajib memperkuat benteng pertahanan dari dalam. Pastikan pasokan Kalsium (Ca) tanaman tercukupi dengan aplikasi CalsiBlue Emulsion melalui penyemprotan daun. Kalsium kelat akan memicu penebalan dan kekakuan dinding sel epidermis, sehingga tanaman menjadi lebih alot dan menurunkan minat hama kutu-kutuan untuk bersarang di lahan Anda.

Kesimpulan

Mengenali jenis hama dan gejala serangannya merupakan langkah awal dalam pengendalian hama tanaman.

Ulat grayak umumnya merusak daun, wereng dan kutu daun mengisap cairan tanaman, sedangkan lalat buah dan penggerek batang menyerang jaringan yang lebih terlindung.

Pemantauan rutin dan identifikasi yang tepat membantu petani memilih metode pengendalian yang sesuai, menjaga musuh alami, serta mengurangi penggunaan pestisida yang tidak diperlukan.

Referensi:

Alia Nafiatus Syifa, S.P., M.Sc
Alia Nafiatus Syifa, S.P., M.Sc
Alia Nafiatus Syifa, S.P., M.Sc. adalah pakar perlindungan tanaman yang berfokus pada dinamika populasi hama dan entomologi pertanian. Meraih gelar Magister Sains dan Sarjana Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), ketertarikannya mencakup perilaku serangga, interaksi serangga-inang, serta taktik pengendalian yang berkelanjutan. Melalui Agropedia.id, Syifa membedah siklus hidup hama menjadi strategi mitigasi risiko yang presisi, membantu praktisi menekan kerugian panen melalui pendekatan ekologis dan efisiensi pestisida.

Artikel Lainnya

Ilustrasi tahapan siklus hidup hama mulai dari telur, larva, pupa, hingga serangga dewasa.

Memahami Siklus Hidup Hama untuk Menentukan Waktu Pengendalian

Hama di lahan pertanian tidak selalu mudah dikendalikan hanya dengan sekali penyemprotan. Penyebab utamanya adalah setiap hama memiliki siklus hidup hama dan tingkat kerentanan...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Seorang petani sedang melakukan pemantauan rutin pada daun tanaman sebagai bagian dari langkah Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebelum menggunakan pestisida.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Cara Mengendalikan Hama Tanpa Bergantung pada Pestisida

Pernah melihat tanaman tiba-tiba menguning, daun berlubang, atau buah rusak akibat serangan hama? Kerugian yang dihasilkan bisa membuat hasil panen menurun dan biaya produksi...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Kumbang koksi yang bertindak sebagai predator alami sedang memangsa hama kutu daun di ekosistem pertanian.

Mengenal Jenis-Jenis Hama Tanaman dan Serangga Kawan

Pernah menemui tanaman dengan kondisi yang tidak sempurna seperti daun berlubang atau menggulung, batang mengering, hingga terdapat bekas gerekan? Padahal sudah dilakukan sesuai anjuran...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Detail informasi mengenai biofungisida MyTrico TrichoXpert yang menunjukkan kemampuan konsorsium 5 strain Trichoderma dalam melindungi akar tanaman.

Bedah Tuntas MyTrico TrichoXpert: Pasukan 5 Strain Penjaga Akar dari Layu...

Mimpi buruk setiap petani hortikultura maupun pekebun sawit biasanya memiliki nama yang sama: Penyakit Tular Tanah (Soil-Borne Diseases). Serangan Layu Fusarium, Busuk Pangkal Batang...
Budidaya Pertanian
3
minutes
spot_imgspot_img