Inovasi Biostimulan Peptida Laut: Gabungan Ekstrak Ikan, Teripang, dan Pembasmi Ulat (NPV)

Serangan ulat perusak daun (seperti ulat grayak atau Spodoptera) sering kali memicu kepanikan. Dalam kondisi ini, petani biasanya langsung menyemprotkan pestisida kimia sintetis berdosis tinggi. Meskipun ulatnya mungkin mati, residu bahan kimia yang panas justru akan membakar (fitotoksik) daun yang sudah terluka, membuat tanaman semakin stres dan berhenti berproduksi.

Bagaimana jika ada satu produk yang bisa membunuh ulat secara spesifik, namun di saat yang sama memberikan “infus nutrisi” untuk menumbuhkan kembali daun yang hancur dalam hitungan hari?

Inilah terobosan yang dihadirkan oleh PESAT Biostimulant Fish Based with BioVir NPV. Produk ini merupakan hasil kerja sama strategis antara kelompok riset BioPRo Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai pencipta inovasi biopestisida, dengan E Bio Indonesia sebagai formulator komersialnya. Mari kita bedah teknologi di dalam sebotol PESAT.

1. Peptida Laut: Asam Amino Rantai Pendek yang Cepat Diserap

Nutrisi konvensional membutuhkan waktu berhari-hari untuk diurai oleh tanaman. Tanaman yang daunnya sedang hancur dimakan hama tidak memiliki kemewahan waktu tersebut.

PESAT menggunakan bahan dasar protein dan asam amino organik dari ikan laut berkualitas tinggi yang diekstrak melalui proses hidrolisis. Proses ini memecah protein besar menjadi peptida rantai pendek (terdiri dari 2 hingga 20 asam amino). Karena ukurannya sangat mikro, peptida ini sangat cepat diserap oleh jaringan tanaman melalui stomata (mulut daun) tanpa memerlukan konversi energi yang besar dari tanaman itu sendiri.

Ketika peptida ini masuk ke dalam sel daun, ia akan melakukan Upregulation of Metabolic Genes (pemicuan gen metabolisme). Artinya, ia akan memaksa sel untuk mempercepat pembelahan sel dan membentuk kloroplas baru, sehingga daun yang rusak bisa segera pulih menjadi lebih tebal dan hijau cerah. Selain itu, asam amino ini juga menstimulasi pembentukan hormon pertumbuhan internal seperti sitokinin dan auksin secara mandiri.

2. Keajaiban Ekstrak Teripang: Tameng Anti-Stres Cuaca

Selain ekstrak ikan, PESAT juga diperkaya dengan asam amino dari Teripang (Timun Laut). Di dunia medis dan kosmetik, teripang dikenal sebagai agen regenerasi sel yang luar biasa. Di dunia pertanian, fungsinya tidak kalah ajaib.

Asam amino dari teripang sangat kaya akan komponen hidrofilik (pengikat air) dan antioksidan tingkat tinggi. Ketika disemprotkan ke daun, senyawa ini memberikan Efek Anti-Stres (Abiotik) yang langsung memperkuat daya tahan tanaman dari cekaman cuaca ekstrem, kekeringan berkepanjangan, atau kondisi salinitas (kadar garam tinggi). Tanaman Anda tidak akan mudah layu meskipun suhu siang hari sangat terik.

3. BioVir NPV: Pembunuh Ulat Tanpa Residu Kimia Beracun

Inilah fitur perlindungan hama terpadu yang membuat PESAT tidak tertandingi oleh pupuk daun biasa. Di dalam cairan PESAT, telah disuntikkan agen pengendali hayati mikroskopis bernama Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV) hasil riset mutakhir dari BioPRo Unpad.

Bagaimana NPV bekerja membasmi ulat?

  • NPV bekerja secara sangat spesifik. Saat cairan PESAT disemprotkan ke daun dan daun tersebut dimakan oleh hama ulat (seperti larva Spodoptera), virus NPV akan masuk ke dalam sistem pencernaan ulat tersebut.
  • Di dalam perut ulat, virus ini akan aktif, berkembang biak dengan cepat, dan melumpuhkan serta menghancurkan organ internal hama secara alami tanpa menggunakan bahan kimia beracun. Ulat akan berhenti makan, menghitam, dan akhirnya mati mencair.
  • Aman bagi Ekosistem: Karena NPV adalah virus spesifik hama, ia sepenuhnya aman untuk predator alami, serangga penyerbuk (seperti lebah), lingkungan, serta manusia. Produk ini tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada hasil panen, sehingga sangat mendukung budidaya organik berkelanjutan.

4. Perlindungan Sempurna Dimulai dari Integrasi

PESAT memang dirancang sebagai suplemen multivitamin sekaligus pelindung seluler yang sangat tangguh untuk area atas tanaman (daun dan pucuk). Namun, dalam sistem Total Crop Management, melindungi daun saja belumlah cukup jika akar Anda terinfeksi jamur.

Untuk memastikan pertahanan yang solid, asam amino dari PESAT dan Hyphos-45 yang jatuh ke tanah akan bertindak sebagai stimulan energi instan yang mempercepat spora agen hayati pelindung akar (TrichoXpert) berkembang biak berkali-kali lipat.

Anda bisa mempelajari arsitektur perlindungan akar dari jamur mematikan ini pada artikel: Membangun Barikade Akar: Sinergi Jamur Trichoderma dan Biostimulan Asam Amino.

Untuk memahami konsep keseluruhan dari perlindungan ganda tanpa residu ini, silakan telusuri artikel utama kami di Mengenal Total Crop Management: Inovasi Perlindungan Ganda Tanaman Masa Depan.

Dr (Cand) Dadang Gusyana, S.Si, MP
Dr (Cand) Dadang Gusyana, S.Si, MPhttps://pongamiaindonesia.com/
Dadang Gusyana, S.Si., M.P. memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin riset dan pengembangan (RnD) di sektor bioteknologi dan nutrisi tanaman. Keahlian spesifiknya pada komoditas Kelapa Sawit dan tanaman penghasil bahan bakar nabati (Pongamia pinnata / SAF) menjadikannya otoritas dalam transisi ekonomi hijau (Green Economy). Melalui Agropedia.id, ia mengartikulasikan kompleksitas manajemen hara dan bioteknologi menjadi panduan strategis bagi efisiensi operasional sistem pertanian modern.

Artikel Lainnya

Seorang petani sedang mempraktikkan pencampuran agen hayati dengan biostimulan menggunakan metode tank-mix yang benar di dalam ember larutan.

Panduan Aplikasi Total Crop Management: Metode Rotasi dan Tank-Mix Sesuai Fase...

Membeli produk biostimulan dan agen hayati premium adalah langkah awal yang luar biasa, namun mengeksekusinya di lapangan adalah penentu keberhasilan yang sesungguhnya. Agen hayati...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Perbandingan hasil panen yang lebat berkat translokasi gula oleh unsur Boron kelat dibandingkan dengan tanaman yang bunganya mudah rontok.

Rahasia Melipatgandakan Agen Hayati dan Mencegah Rontok dengan Mikronutrien Kelat

Salah satu ironi terbesar dalam tren pertanian organik saat ini adalah banyaknya petani yang mengeluh bahwa agen hayati (seperti jamur Trichoderma) yang mereka beli...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Grafis mikroskopis yang menunjukkan bagaimana biostimulan elisitor memicu sistem pertahanan dan imunitas seluler pada daun tanaman.

Mengenal Efek Elisitor (Priming Effect): Cara “Memvaksinasi” Tanaman dari Ancaman Penyakit

Di dunia medis manusia, kita mengenal istilah vaksinasi: memasukkan patogen yang dilemahkan agar tubuh mengenali ancaman dan membangun antibodi sebelum penyakit sebenarnya datang. Pertanyaannya,...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Ilustrasi jaringan akar tanaman yang tumbuh masif dan lebat di dalam tanah, terlindungi oleh jaringan hifa dari jamur agen hayati Trichoderma.

Membangun Barikade Akar: Sinergi Jamur Trichoderma dan Biostimulan Asam Amino

Petani sering kali hanya memperhatikan apa yang tampak di atas permukaan tanah. Ketika tanaman menguning, layu, atau kerdil, respons pertama yang dilakukan adalah menyemprotkan...
Budidaya Pertanian
3
minutes
spot_imgspot_img