Pernah menemui tanaman dengan kondisi yang tidak sempurna seperti daun berlubang atau menggulung, batang mengering, hingga terdapat bekas gerekan? Padahal sudah dilakukan sesuai anjuran dengan memberikan air dan pupuk yang cukup. Lantas apa penyebabnya?
Dalam budidaya pertanian, serangga dapat menjadi teman maupun musuh dengan cara yang berbeda-beda. Menjadi teman saat serangga menjadi polinator yang membantu penyerbukan atau saat menjadi parasit serangga yang merugikan.
Sedangkan menjadi musuh saat serangga (yang kebanyakan berupa aktivitas makan) menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti menggerek bagian dalam batang atau merusak akar di bawah permukaan tanaman. Setiap aktivitas merugikan, jejaknya dapat diamati di lapangan.
Nah, berbagai tanda serangan yang merusak tanaman tidak pasti disebabkan oleh hama. Misalnya daun menguning, dapat disebabkan oleh hama penghisap atau penyakit tanaman atau kekurangan unsur hara lingkungan. Karena itu, mengenali jenis hama tanaman dan memahami karakteristik serangan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan strategi pengendalian.
1. Hama Tanaman: Penyebab Kerugian Petani
Hama merupakan organisme yang dapat menimbulkan kerusakan yang menyebabkan kerugian pada budidaya tanaman. Dalam pertanian, hama mencakup berbagai jenis serangga, tungau, dan lainnya yang menyerang bagian tanaman dari akar hingga buah.
Salah satu kelompok yang mudah dikenali adalah hama pemakan daun. Contohnya ulat grayak (Spodoptera sp.) yang memiliki alat mulut pengunyah sehingga dapat digunakan untuk memakan jaringan daun. Serangannya meninggalkan lubang pada permukaan daun yang terkikis, hingga kerusakan berat menyisakan tulang daun.
Berbeda dengan ulat, kutu daun menjadi hama yang perlu perhatian khusus. Nimfa berkembang pada tunas muda dan mengganggu pertumbuhan pucuk. Pada tanaman jeruk, hama ini juga berperan sebagai vektor penyakit Huanglongbing yang hingga kini belum ditemukan penyelesaiannya.

2. Predator dan Parasitoid: Pemangsa Alami Hama
Berbeda dengan serangga hama, serangga predator dan parasitoid adalah pengendali alami populasi organisme pengganggu tanaman. Predator akan menangkan dan memakan serangga lain untuk memenuhi kebutuhan makanannya, contohnya adalah kumbang koksi sebagai predator kutu daun pada jagung.

Sedangkan parasitoid merupakan serangga yang memiliki fase hidup di dalam tubuh serangga lain, sehingga menyebabkan kematian serangga inang tersebut. Contohnya adalah Cotesia spp. yang menjadi parasit pada larva ulat tertentu yang sering ditemukan pada sayuran di dataran tinggi.

3. Peran Lain Serangga
Sebagai teman dalam ekosistem pertanian, serangga juga dapat menjadi polinator tanaman yang membantu penyerbukan. Saat melihat bunga, banyak serangga yang membantu memindahkan serbuk sari ke putik sehingga membantu reproduksi tanaman. Keberadaan polinator penting bagi tanaman penghasil buah dan biji.
Tanah yang gembur juga dapat dipengaruhi oleh keberadaan serangga tanah yang membantu mengolah bahan organik agar mudah terserap tanaman. Keberadaan larva lalat tentara hitam dapat membantu menguraikan sisa makanan dan limbah organik, sehingga nutrisi pada tanah tetap terjaga.
4. Strategi Agropedia: Pertahanan dari Dalam Tanaman
Membangun ekosistem lahan yang seimbang adalah langkah pertama. Namun, di saat cuaca tidak menentu dan serangan hama penghisap (kutu-kutuan) melonjak, Anda tidak bisa hanya mengandalkan predator alami.
Tanaman harus dipersenjatai untuk melindungi dirinya sendiri. Tahukah Anda bahwa hama penusuk sangat kesulitan menancapkan jarum mulutnya jika dinding sel epidermis daun dan batang tanaman Anda sangat tebal dan keras?
Untuk menebalkan “kulit pelindung” tanaman dari dalam, pastikan pasokan Kalsium (Ca) dan Seng (Zn) terpenuhi. Aplikasi penyemprotan CalsiBlue Emulsion secara rutin ke daun tidak hanya mencegah bunga rontok, tetapi asupan mikro kelatnya akan memicu kekakuan sel epidermis daun. Daun yang tebal dan kaku akibat asupan Kalsium yang maksimal akan menurunkan minat hama kutu-kutuan untuk menyerang dan menghisap nutrisi tanaman Anda.
Mewujudkan Lahan Pertanian yang Seimbang
Serangga hama, predator, parasitoid, dan lainnya memiliki peran berbeda dalam ekosistem pertanian. Oleh karena itu penting dibentuk ekosistem yang seimbang dalam sebuah lahan.
Mengenali fungsi setiap organisme membantu petani menentukan tindakan yang lebih tepat. Tidak semua serangga yang ditemukan harus dibasmi, penting untuk dapat mengidentifikasi berdasarkan ciri, perilaku, dan dampak yang akan digunakan untuk mengambil keputusan pengendalian.






