Daun berlubang, tanaman layu, pucuk mengeriting, hingga buah rusak merupakan beberapa tanda serangan hama tanaman yang sering ditemukan di lahan pertanian. Tanda serangan tersebut dapat berbeda-beda bergantung pada jenis hama dan bagian tanaman yang diserang.
Mengenali hama sejak dini membantu petani menentukan langkah pengendalian yang sesuai sebelum kerusakan semakin meluas.
7 Jenis Hama Utama dan Karakteristik Serangannya
1. Ulat Grayak (termasuk Spodoptera frugiperda pada jagung)

- Cara mengenali: larva berwarna hijau hingga cokelat gelap, memiliki garis pada tubuh, pola menyerupai huruf Y terbalik pada kepala, dan empat titik membentuk persegi pada ruas tubuh bagian belakang.
- Pada jagung, larva dapat ditemukan di pucuk; daun tampak berlubang atau terkoyak dan sering terdapat kotoran menyerupai serbuk.
2. Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens)

- Cara mengenali: serangga kecil berwarna cokelat yang banyak ditemukan bergerombol di pangkal batang padi.
- Serangannya menyebabkan tanaman menguning, mengering, dan pada serangan berat tampak seperti terbakar (hopperburn).
3. Kutu Daun (Aphididae)

- Cara mengenali: serangga kecil berwarna hijau, kuning, hitam, atau cokelat yang sering bergerombol pada pucuk dan bagian bawah daun.
- Tanda serangannya antara lain daun muda mengeriting, pertumbuhan terhambat, dan permukaan daun terasa lengket akibat embun madu.
4. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

- Cara mengenali: serangga dewasa berukuran kecil dengan sayap putih seperti bertepung.
- Nimfa menempel di bagian bawah daun. Ketika tanaman digoyangkan, serangga dewasa biasanya beterbangan.
- Serangan dapat menyebabkan daun menguning dan hama ini juga dapat menularkan virus tanaman.
5. Thrips

- Cara mengenali: serangga sangat kecil dengan tubuh ramping memanjang, berwarna kuning, cokelat, atau kehitaman.
- Thrips sering berada di pucuk, bunga, atau lipatan daun.
- Tanda serangannya berupa bercak keperakan, daun mengeriting, serta bunga dan buah muda yang rusak.
6. Lalat Buah (Bactrocera spp.)

- Cara mengenali: lalat dewasa memiliki corak tubuh atau sayap khas.
- Larvanya berbentuk seperti belatung putih dan berkembang di dalam buah.
- Buah terserang dapat menunjukkan titik bekas tusukan, membusuk, berubah warna, atau gugur sebelum matang.
7. Penggerek Batang Kuning (Scirpophaga incertulas)

- Cara mengenali: larva berada di dalam batang atau jaringan tanaman.
- Tanda serangan dapat berupa lubang gerekan dan kotoran seperti serbuk. Pada padi, serangan dapat menyebabkan sundep pada fase vegetatif atau beluk pada fase generatif; pada jagung, batang dapat berlubang dan mudah patah.
Cara Memastikan Hama yang Menyerang
- Periksa tanaman secara menyeluruh. Amati permukaan atas dan bawah daun, pucuk, batang, bunga, serta buah.
- Cari hama dan tanda keberadaannya. Perhatikan telur, larva, nimfa, serangga dewasa, kotoran, lubang gerekan, atau bekas tusukan.
- Amati pola kerusakan. Gejala dapat membantu memperkirakan jenis hama, tetapi tidak selalu cukup untuk memastikan identitasnya.
- Pantau perkembangan populasi. Catat jumlah hama dan tingkat kerusakan secara berkala untuk menentukan apakah pengendalian diperlukan.
Strategi Agropedia: Persulit Serangan Hama Pengisap
Melihat daftar di atas, sebagian besar ancaman di lapangan didominasi oleh hama penusuk-pengisap (seperti kutu daun, kutu kebul, thrips, dan wereng). Serangga jenis ini sangat menyukai tanaman yang jaringan sel daunnya tipis dan lunak.
Untuk mempersulit hama pengisap menancapkan jarum mulutnya, Anda wajib memperkuat benteng pertahanan dari dalam. Pastikan pasokan Kalsium (Ca) tanaman tercukupi dengan aplikasi CalsiBlue Emulsion melalui penyemprotan daun. Kalsium kelat akan memicu penebalan dan kekakuan dinding sel epidermis, sehingga tanaman menjadi lebih alot dan menurunkan minat hama kutu-kutuan untuk bersarang di lahan Anda.
Kesimpulan
Mengenali jenis hama dan gejala serangannya merupakan langkah awal dalam pengendalian hama tanaman.
Ulat grayak umumnya merusak daun, wereng dan kutu daun mengisap cairan tanaman, sedangkan lalat buah dan penggerek batang menyerang jaringan yang lebih terlindung.
Pemantauan rutin dan identifikasi yang tepat membantu petani memilih metode pengendalian yang sesuai, menjaga musuh alami, serta mengurangi penggunaan pestisida yang tidak diperlukan.
Referensi:






