Setelah bibit tomat Servo F1 Anda sukses melewati fase kritis Pindah Tanam (Transplanting) dan mulai beradaptasi di lahan atau polybag, tanaman akan segera memasuki fase pertumbuhan cepat.
Tomat dikenal sebagai tanaman heavy feeder (sangat rakus nutrisi). Jika nutrisinya telat atau komposisinya salah, pertumbuhan akan kerdil, bunga mudah rontok, dan buah berisiko mengalami busuk pantat (Blossom End Rot).
Pada demplot percontohan Agropedia, kami merumuskan strategi nutrisi dan perlindungan yang presisi: Aplikasi Agen Hayati (TrichoXpert), Pupuk Akar Rutin (AB Mix), serta Nutrisi Pendukung (Hyphos-45 & CalsiBlue). Strategi ini dirancang agar efisien namun memberikan hasil panen maksimal.
Mengapa Efisiensi Nutrisi Sangat Tinggi di Demplot Agropedia?
Di Agropedia, efisiensi penyerapan nutrisi meningkat drastis berkat dua hal:
- Sistem Irigasi Tetes & Jadwal Terukur: Air nutrisi AB Mix disalurkan secara berkala dan presisi tepat di area perakaran tanpa banyak terbuang.
- Simbiosis MyCoVir: Akar tomat kita sudah diinokulasi agen hayati mikoriza sejak pindah tanam, sehingga jangkauan serapan hara menjadi berlipat ganda.
Berikut adalah panduan jadwal dan takaran dosis lengkap yang diaplikasikan langsung di demplot kami.
1. Fase Vegetatif (Pembentukan Batang & Daun): 1 – 30 HST
Pada 30 hari pertama, fokus utama tanaman adalah membesarkan batang utama, memperbanyak daun, dan memperluas jaringan akar. Nutrisi yang dominan dibutuhkan adalah Nitrogen dan Fosfat.
Jadwal & Takaran Aplikasi Akar:
- 0 – 4 HST: Alirkan air bersih via irigasi tetes. Biarkan akar beradaptasi dengan Vermikompos dan MyCoVir.
- HST 5 (Vaksinasi Akar): Lakukan pengocoran agen hayati TrichoXpert untuk melindungi perakaran dari jamur patogen tanah.
- Takaran: Larutkan 3-5 gram (1 sendok makan) TrichoXpert ke dalam 5 liter air, aduk hingga homogen.
- Aplikasi: Kocorkan sebanyak kurang lebih 200 ml per tanaman langsung ke area perakaran. (Catatan: Jangan dicampur fungisida kimia).
- 7 – 30 HST (Pemupukan AB Mix): Berikan nutrisi AB Mix dengan jadwal seminggu sekali (diberikan secara berkala atau disesuaikan dengan volume siram irigasi tetes) dengan kepekatan ringan sekitar 800 – 1.000 ppm.
Jadwal & Takaran Aplikasi Daun (Spray Hyphos-45 & CalsiBlue): Penyemprotan dilakukan di pagi hari (pukul 06.00-09.00).
- HST 10 & 20 (Hyphos-45): Semprotkan Hyphos-45 untuk merangsang pembelahan sel akar dan memperkuat batang muda.
- Takaran: 2 tutup botol Hyphos-45 untuk 15 liter air.
- HST 15 & 30 (CalsiBlue): Semprotkan CalsiBlue untuk menebalkan dinding sel daun agar lebih tahan terhadap serangan hama penusuk-penghisap (seperti kutu kebul).
- Takaran Spray CalsiBlue: 2 gram untuk 5 liter air. (Alternatif jika ingin dikocor ke tanah: 1-2 gram untuk 1 liter air).
2. Fase Generatif (Pembungaan & Pembesaran Buah): 30 – 70 HST
Memasuki umur 30 HST ke atas, tomat mulai memunculkan bunga. Kebutuhan Kalium (K) dan Kalsium (Ca) dinaikkan drastis untuk mengunci bunga agar tidak rontok dan memompa ukuran buah.
Jadwal & Takaran Aplikasi Akar:
- 35 – 70 HST: Ganti formula nutrisi di tandon dengan AB Mix khusus fase generatif (buah), diberikan secara rutin seminggu sekali dengan kepekatan dinaikkan bertahap dari 1.200 hingga 2.000 ppm.
Jadwal & Takaran Aplikasi Daun (Spray Hyphos-45 & CalsiBlue):
- HST 40 & 50 (Hyphos-45): Semprotkan Hyphos-45 (Takaran: 2 tutup botol per 15 liter air) untuk menstimulasi pembungaan serempak dan mencegah kemandulan bunga di pucuk.
- HST 45, 55, & 65 (CalsiBlue):Fase kritis aplikasi CalsiBlue. Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tajuk, tangkai bunga, dan bakal buah.
- Takaran: 2 gram untuk 5 liter air.
Mengapa CalsiBlue Sangat Penting di Fase Ini?
Kekurangan kalsium memicu masalah fatal pada tomat:
- Tangkai bunga rapuh dan mudah rontok.
- Buah terserang Busuk Pantat Buah (Blossom End Rot) di mana ujung buah menghitam dan busuk sebelum matang.
- Kulit buah tipis dan mudah pecah (cracking).
Dengan rutin menyemprotkan CalsiBlue dengan takaran 2 gram per 5 liter air, kulit buah akan menjadi lebih padat, mengkilap, dan tahan benturan saat panen.
FAQ: Aturan Penting Pemupukan Tomat
Boleh. Keduanya aman untuk di-mix dalam satu tangki semprot bersamaan dengan insektisida kimia standar jika Anda sedang melakukan pemberantasan hama sekaligus.
Jika dikocor langsung ke tanah/akar, dosisnya lebih pekat yaitu 1-2 gram untuk 1 liter air. Namun, jika diaplikasikan sebagai pupuk daun melalui spray, dosisnya cukup 2 gram untuk 5 liter air agar tidak meninggalkan residu berlebih di permukaan daun.
Tidak boleh. TrichoXpert adalah makhluk hidup (agen hayati). Saat mengocorkannya di HST 5, gunakan air biasa dan pastikan tangki atau ember bersih dari sisa pestisida kimia.
Langkah Selanjutnya: Nutrisi yang melimpah tentu mengundang hama perusak seperti Kutu Kebul (pembawa virus Gemini) dan Lalat Buah. Jangan biarkan tanaman terserang!
Mari pelajari taktik pengendaliannya di artikel selanjutnya: [Strategi Terpadu Perawatan Hama & Penyakit Tomat (Link ke Artikel Support 5)].
Untuk melihat linimasa keseluruhan, kembali ke panduan utama: SOP Budidaya Tomat: Hemat Pupuk & Tahan Penyakit.






