Cara Penggunaan Nutrisi Hidroponik AB Mix yang Benar (Panduan Pemula)

Pupuk AB Mix hidroponik yang dijual di pasaran umumnya berbentuk serbuk, bukan larutan siap pakai. Karena itu, sebelum digunakan untuk tanaman, pupuk AB Mix harus dilarutkan terlebih dahulu menjadi larutan stok A dan larutan stok B.

Banyak pemula langsung mencampur serbuk ke tandon atau mencampur A dan B secara bersamaan. Kesalahan ini sering menyebabkan nutrisi rusak, mengendap, atau tidak bekerja optimal, meskipun tanaman tetap disiram secara rutin.

Artikel ini membahas cara penggunaan pupuk AB Mix yang benar, dimulai dari:

  1. melarutkan serbuk menjadi stok A dan stok B,
  2. hingga mencampurnya menjadi larutan nutrisi siap pakai untuk tanaman.

Apa Itu Pupuk AB Mix?

Pupuk AB Mix adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Pupuk ini dibagi menjadi dua bagian (A dan B) untuk mencegah reaksi kimia antar unsur hara tertentu jika dicampur dalam keadaan pekat.

Karena itu:

  • pupuk A dan B tidak boleh dilarutkan bersama,
  • larutan stok A dan B harus disimpan terpisah,
  • keduanya baru boleh bertemu setelah diencerkan dengan air.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai, siapkan:

  • pupuk AB Mix bentuk serbuk (A dan B),
  • dua wadah atau botol terpisah untuk stok A dan stok B,
  • air bersih (air sumur atau air yang tidak berbau),
  • Gelas Ukur (sesuaikan dengan kemasan AB Mix),
  • pengaduk (sendok plastik atau kayu),
  • EC meter atau TDS meter.

Gunakan wadah yang bersih dan jangan memakai wadah logam untuk melarutkan nutrisi.

Langkah 1: Melarutkan Pupuk AB Mix Menjadi Larutan Stok

Melarutkan Serbuk A dan B

  1. Masukkan Serbuk A ke dalam Gelas Ukur A dan Serbuk B ke dalam Gelas Ukur B
  2. Tuang air sampai batas yang diinginkan, sesuaikan dengan kemasan AB Mix.
  3. Aduk hingga serbuk benar-benar larut dan tidak mengendap.
  4. Masukkan Larutan A ke dalam Botol stok A dan Larutan B ke dalam Botol stok B.

Penting untuk diingat:

  • Jangan mencampur serbuk A dan B dalam satu wadah.
  • Jangan mencampur larutan stok A dan stok B secara langsung.

Langkah 2: Mencampur Larutan Stok Menjadi Nutrisi Siap Pakai

1. Isi Air ke Tandon

Isi tandon nutrisi dengan air bersih sesuai kebutuhan sistem hidroponik.

Air adalah media utama. Nutrisi ditambahkan ke air, bukan sebaliknya.

2. Tambahkan Larutan Stok A

Tuangkan larutan stok A dan stok B ke dalam tandon sesuai kebutuhan.
Aduk hingga tercampur rata.

3. Ukur Konsentrasi Nutrisi (EC atau PPM)

Gunakan EC meter atau TDS meter untuk mengetahui konsentrasi larutan.

Sebagai rentang aman untuk pemula:

Sayuran daun (selada, pakcoy, bayam):

  • EC: ± 1,2 – 1,8 mS/cm
  • PPM: ± 800 – 1.200 ppm

Tanaman buah (tomat, cabai, mentimun):

  • EC: ± 1,8 – 3,0 mS/cm
  • PPM: ± 1.200 – 2.000 ppm

Angka ini adalah panduan awal, bukan angka mutlak.

Untuk mengetahui kebutuhan PPM Larutan bisa cek di artikel ini: Tabel PPM dan pH Nutrisi Hidroponik

Catatan Penting tentang pH untuk Pemula

Pada tahap awal belajar hidroponik, pemula tidak disarankan langsung menggunakan pH up atau pH down.

Sebagian besar pupuk AB Mix sudah diformulasikan agar berada pada rentang pH yang relatif aman jika:

  • air yang digunakan layak,
  • urutan pencampuran dilakukan dengan benar,
  • konsentrasi nutrisi tidak berlebihan.

Untuk pemula, fokuslah pada:

  • cara melarutkan yang benar,
  • konsistensi nutrisi,
  • dan respon tanaman.

Pengaturan pH secara aktif lebih cocok dilakukan pada tahap lanjutan.

Kesimpulan

Penggunaan pupuk AB Mix yang benar dimulai dari cara melarutkan serbuk menjadi larutan stok A dan B. Jika tahap ini sudah benar, proses pencampuran hingga aplikasi ke tanaman akan jauh lebih aman dan konsisten.

Bagi pemula, keberhasilan hidroponik tidak ditentukan oleh rumus rumit, tetapi oleh:

  • disiplin mengikuti urutan,
  • tidak tergesa-gesa mengoreksi larutan,
  • dan memahami bahwa tanaman butuh waktu beradaptasi.
Bayu Widhi Nugroho
Bayu Widhi Nugrohohttps://masbayoe.com
Praktisi hidroponik dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sekaligus spesialis manajemen greenhouse. Ia berfokus pada tata kelola nutrisi tanaman, efisiensi instalasi, dan standarisasi kualitas panen untuk membangun sistem pertanian tanpa tanah yang produktif dan menguntungkan secara komersial.

Artikel Lainnya

Ilustrasi kehebatan MycoVir Gold yang diaplikasikan langsung pada lubang tanam untuk melipatgandakan jangkauan serapan akar tanaman.

Bedah Tuntas MycoVir Gold: Rahasia Melipatgandakan Akar dan Menghemat Pupuk

Biaya pupuk kimia yang terus meroket setiap tahun sering kali menjadi beban terberat bagi petani. Ironisnya, dari 100% pupuk yang ditaburkan ke lahan, rata-rata...
Budidaya Pertanian
4
minutes
Seorang petani bawang merah sedang mencatat hasil panen umbi yang melimpah, merepresentasikan keuntungan dan keberhasilan analisa usaha tani.

Analisa Usaha Tani Budidaya Bawang Merah Lahan 1.000 Meter Persegi: Berapa...

Di kalangan petani hortikultura, bawang merah (Allium ascalonicum L.) dikenal sebagai komoditas "High Risk, High Return" (risiko tinggi, keuntungan tinggi). Masa tanamnya yang sangat...
Bisnis Pertanian
3
minutes
Daun tanaman bawang merah yang patah dan terserang penyakit trotol (bercak ungu) akibat tingginya curah hujan dan kadar nitrogen berlebih.

Mengamankan Bawang Merah dari Stres Cuaca Ekstrem: Rahasia Anti-Trotol

Budidaya bawang merah di musim peralihan (pancaroba) atau saat anomali cuaca adalah ujian mental terberat bagi petani. Panas terik yang menyengat selama berhari-hari, lalu...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Gejala mati pucuk atau ujung daun bawang merah yang menguning dan mengering akibat tanaman kekurangan suplai unsur Kalsium dan Boron di fase generatif.

Cara Mencegah Pucuk Daun Kuning (Mati Pucuk) dan Pecah Umbi pada...

Memasuki usia 35 Hari Setelah Tanam (HST), hamparan bawang merah yang sebelumnya hijau segar sering kali menunjukkan gejala yang membuat petani panik: ujung pucuk...
Budidaya Pertanian
3
minutes
spot_imgspot_img