Jadwal & Dosis Pemupukan Cabai yang Tepat untuk Hasil Maksimal

Pemupukan cabai yang tepat waktu dan sesuai dosis merupakan kunci sukses dalam budidaya cabai. Kesalahan dalam pemupukan bisa menyebabkan pertumbuhan tidak optimal, produksi rendah, hingga kegagalan panen. Artikel ini akan membahas jadwal pemupukan cabai yang benar dari awal tanam hingga panen.

Artikel ini merupakan bagian dari seri Panduan Lengkap Budidaya Cabai. Kembali ke Halaman Utama Budidaya Cabai untuk melihat panduan lengkapnya.

Prinsip Dasar Pemupukan Cabai yang Perlu Dipahami

Kebutuhan Unsur Hara Tanaman Cabai

Tanaman cabai membutuhkan tiga unsur hara utama dalam jumlah besar:

  • Nitrogen (N): Untuk pertumbuhan vegetatif (daun dan batang)
  • Fosfor (P): Untuk perkembangan akar dan pembungaan
  • Kalium (K): Untuk pembentukan buah dan ketahanan penyakit

Fase Pertumbuhan Kritis yang Butuh Perhatian Khusus:

  • Fase Vegetatif (0-30 HST): Fokus pada pertumbuhan daun dan batang
  • Fase Generatif Awal (30-45 HST): Transisi dari vegetatif ke generatif
  • Fase Pembungaan (45-60 HST): Pembentukan bunga dan bakal buah
  • Fase Pembuahan (60-90 HST): Pengisian dan pembesaran buah

Jadwal Pemupukan Cabai Berdasarkan Fase Pertumbuhan

1. Pemupukan Dasar (Sebelum Tanam)

Waktu: 1-2 minggu sebelum tanam
Lokasi: Di bedengan yang sudah disiapkan

Dosis per Hektar:

  • Pupuk kandang: 20-30 ton
  • Dolomit: 1-2 ton
  • NPK 15-15-15: 200-300 kg
  • SP-36: 100-150 kg

Cara Aplikasi:

  • Tabur merata di atas bedengan
  • Aduk dengan tanah hingga rata
  • Biarkan selama 1 minggu sebelum tanam

2. Pemupukan Susulan I (7-14 HST)

Fase: Vegetatif awal
Tujuan: Memacu pertumbuhan akar dan daun

Dosis per Tanaman:

  • NPK 16-16-16: 5-7 gram/tanaman
  • Urea: 3-5 gram/tanaman (optional)

Cara Aplikasi:

  • Tabur melingkar sejauh 10-15 cm dari pangkal batang
  • Tutup dengan tanah tipis
  • Siram hingga basah

3. Pemupukan Susulan II (21-28 HST)

Fase: Vegetatif maksimal
Tujuan: Memperkuat batang dan mempersiapkan pembungaan

Dosis per Tanaman:

  • NPK 16-16-16: 7-10 gram/tanaman
  • KCL: 5-7 gram/tanaman

Cara Aplikasi:

  • Tabur melingkar sejauh 15-20 cm dari pangkal batang
  • Kombinasikan dengan penyiangan
  • Siram hingga meresap

4. Pemupukan Susulan III (35-42 HST)

Fase: Generatif awal
Tujuan: Memacu pembungaan dan pembentukan bakal buah

Dosis per Tanaman:

  • NPK 12-12-17: 10-12 gram/tanaman
  • SP-36: 5-7 gram/tanaman

Cara Aplikasi:

  • Berikan dalam larikan melingkar
  • Jarak 20-25 cm dari pangkal batang
  • Tutup dengan tanah

5. Pemupukan Susulan IV (50-60 HST)

Fase: Pembuahan awal
Tujuan: Mendukung pembesaran buah dan kualitas

Dosis per Tanaman:

  • NPK 15-15-15: 10-15 gram/tanaman
  • KCL: 7-10 gram/tanaman

6. Pemupukan Susulan V (70-80 HST)

Fase: Panen pertama
Tujuan: Mempertahankan produksi untuk panen berikutnya

Dosis per Tanaman:

  • NPK 16-16-16: 10-12 gram/tanaman
  • Pupuk kandang: 0.5-1 kg/tanaman

Pemupukan Tambahan & Pupuk Daun

Pupuk Daun (Foliar Spray)

Jadwal Aplikasi:

  • Setiap 10-14 hari mulai 14 HST
  • Saat pagi hari (06.00-09.00) atau sore (16.00-18.00)

Jenis Pupuk Daun yang Direkomendasikan:

  • Gandasil D (vegetatif): 14-35 HST
  • Gandasil B (generatif): 35 HST hingga panen
  • Hormik/Hormon tumbuhan: sesuai kebutuhan

Pupuk Organik Cair

Aplikasi:

  • Setiap 2 minggu mulai 21 HST
  • Dosis: 5-10 ml/liter air
  • Cara: Semprot ke daun dan tanah

Tabel Ringkasan Jadwal Pemupukan Cabai

FaseHSTJenis PupukDosis/TanamanTujuan
Dasar-14 hariNPK 15-15-15 + Kandang200-300 kg/ha + 20-30 tonPersiapan media
Susulan 17-14NPK 16-16-165-7 gramPertumbuhan awal
Susulan 221-28NPK 16-16-16 + KCL7-10 gram + 5-7 gramPenguatan batang
Susulan 335-42NPK 12-12-17 + SP-3610-12 gram + 5-7 gramPembungaan
Susulan 450-60NPK 15-15-15 + KCL10-15 gram + 7-10 gramPembuahan
Susulan 570-80NPK 16-16-16 + Kandang10-12 gram + 0.5-1 kgPertahanan produksi

Gejala Kekurangan Unsur Hara & Solusinya

Nitrogen (N)

  • Gejala: Daun menguning, pertumbuhan lambat
  • Solusi: Berikan Urea atau NPK tinggi Nitrogen

Fosfor (P)

  • Gejala: Daun tua ungu kecoklatan, akar kurang berkembang
  • Solusi: Tambahkan SP-36 atau NPK tinggi Fosfor

Kalium (K)

  • Gejala: Ujung daun mengering, buah kecil-kecil
  • Solusi: Berikan KCL atau NPK tinggi Kalium

Kesalahan Umum Pemupukan & Cara Menghindarinya

1. Overdosis Pemupukan

  • Dampak: Tanaman layu, daun terbakar, produktivitas turun
  • Pencegahan: Ikuti dosis recommended, gunakan takaran

2. Waktu Pemupukan Tidak Tepat

  • Dampak: Unsur hara tidak terserap optimal
  • Pencegahan: Ikuti jadwal berdasarkan fase pertumbuhan

3. Cara Aplikasi Salah

  • Dampak: Pupuk menguap atau tercuci
  • Pencegahan: Tutup pupuk dengan tanah, siram secukupnya

4. Pemupukan Saat Tanaman Stres

  • Dampak: Tanaman semakin stres, bisa mati
  • Pencegahan: Pastikan tanaman sehat sebelum pemupukan

Tips Pemupukan Berdasarkan Kondisi Lahan

Lahan Kering:

  • Frekuensi: Lebih sering dengan dosis lebih kecil
  • Waktu: Aplikasi sore hari
  • Jenis: Tambahkan bahan organik lebih banyak

Lahan Basah:

  • Frekuensi: Kurangi frekuensi, tingkatkan dosis
  • Waktu: Aplikasi pagi hari
  • Jenis: Gunakan pupuk slow-release

Tanah Berpasir:

  • Frekuensi: Lebih sering, dosis kecil
  • Jenis: Banyak bahan organik, pupuk daun

Lanjutkan ke: Pengendalian Hama dan Penyakit Cabai untuk melindungi investasi pemupukan Anda.

Jadwal pemupukan cabai yang tepat dan sesuai fase pertumbuhan merupakan investasi yang akan memberikan return tinggi dalam bentuk produktivitas dan kualitas buah. Dengan memahami kebutuhan tanaman di setiap fase, Anda dapat mengoptimalkan hasil panen dan meminimalisir kerugian akibat kesalahan pemupukan.

Persiapan lahan yang baik merupakan fondasi sukses pemupukan. Pastikan Anda telah membaca panduan Pembuatan Bedengan & Mulsa Plastik untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal.

Team Redaksi AGROPEDIA
Team Redaksi AGROPEDIAhttps://agropedia.id
Pengembang konten edukatif dan think tank agribisnis yang menjembatani sains budidaya dengan praktik komersial. Kami menyajikan literatur mendalam terkait mikrobiologi tanah, efisiensi teknologi tepat guna, dan navigasi pasar karbon bagi pelaku usaha pertanian. Agropedia.id hadir untuk membantu Anda mengambil keputusan manajemen dan investasi kebun berbasis data lapangan dan rasionalitas finansial.

Artikel Lainnya

Ilustrasi kehebatan MycoVir Gold yang diaplikasikan langsung pada lubang tanam untuk melipatgandakan jangkauan serapan akar tanaman.

Bedah Tuntas MycoVir Gold: Rahasia Melipatgandakan Akar dan Menghemat Pupuk

Biaya pupuk kimia yang terus meroket setiap tahun sering kali menjadi beban terberat bagi petani. Ironisnya, dari 100% pupuk yang ditaburkan ke lahan, rata-rata...
Budidaya Pertanian
4
minutes
Seorang petani bawang merah sedang mencatat hasil panen umbi yang melimpah, merepresentasikan keuntungan dan keberhasilan analisa usaha tani.

Analisa Usaha Tani Budidaya Bawang Merah Lahan 1.000 Meter Persegi: Berapa...

Di kalangan petani hortikultura, bawang merah (Allium ascalonicum L.) dikenal sebagai komoditas "High Risk, High Return" (risiko tinggi, keuntungan tinggi). Masa tanamnya yang sangat...
Bisnis Pertanian
3
minutes
Daun tanaman bawang merah yang patah dan terserang penyakit trotol (bercak ungu) akibat tingginya curah hujan dan kadar nitrogen berlebih.

Mengamankan Bawang Merah dari Stres Cuaca Ekstrem: Rahasia Anti-Trotol

Budidaya bawang merah di musim peralihan (pancaroba) atau saat anomali cuaca adalah ujian mental terberat bagi petani. Panas terik yang menyengat selama berhari-hari, lalu...
Budidaya Pertanian
3
minutes
Gejala mati pucuk atau ujung daun bawang merah yang menguning dan mengering akibat tanaman kekurangan suplai unsur Kalsium dan Boron di fase generatif.

Cara Mencegah Pucuk Daun Kuning (Mati Pucuk) dan Pecah Umbi pada...

Memasuki usia 35 Hari Setelah Tanam (HST), hamparan bawang merah yang sebelumnya hijau segar sering kali menunjukkan gejala yang membuat petani panik: ujung pucuk...
Budidaya Pertanian
3
minutes
spot_imgspot_img