HPP (Harga Pokok Produksi) sering dibicarakan seolah hanya ada satu versi. Selama angka HPP sudah dihitung dan terlihat masuk akal, banyak pelaku usaha pertanian merasa sudah siap menentukan harga dan menjalankan usaha.
Masalahnya, HPP tidak pernah berdiri sendiri. Nilai HPP sangat dipengaruhi oleh skala usaha dan bentuk sistem yang digunakan. HPP yang masuk akal di skala kecil bisa menjadi tidak relevan, bahkan berbahaya, ketika dipakai di skala produksi atau sistem yang lebih kompleks.
HPP Skala Kecil: Bertumpu pada Individu
Pada skala kecil, usaha pertanian biasanya sangat bergantung pada individu. Pemilik terlibat langsung dalam hampir semua proses:
- perencanaan,
- produksi,
- pengawasan,
- hingga pengambilan keputusan harian.
Dalam kondisi ini, banyak biaya sistem tidak benar-benar dihitung. Waktu pengelola, fleksibilitas kerja, dan toleransi terhadap ketidakefisienan membuat HPP terlihat rendah. Namun, rendahnya HPP ini sering terjadi karena biaya ditopang oleh individu, bukan karena sistem benar-benar efisien.
HPP skala kecil sering terlihat aman, tetapi sulit direplikasi dan sangat bergantung pada keberadaan orang tertentu.
HPP Skala Produksi: Mulai Terikat Sistem
Ketika usaha naik ke skala produksi, ketergantungan pada individu mulai dikurangi. Sistem harus mampu berjalan dengan:
- pembagian tugas,
- jadwal kerja,
- standar operasional,
- dan target produksi yang lebih konsisten.
Di tahap ini, struktur biaya mulai berubah. Biaya tenaga kerja menjadi lebih jelas, penyusutan alat mulai terasa, dan ketidakefisienan kecil tidak lagi bisa ditutupi oleh fleksibilitas individu.
Akibatnya, HPP di skala produksi hampir selalu lebih tinggi dibanding skala kecil. Kenaikan ini sering disalahartikan sebagai kemunduran, padahal sebenarnya menunjukkan bahwa biaya sistem mulai dihitung secara lebih jujur.
Perubahan struktur biaya ini berkaitan erat dengan elemen biaya yang sebelumnya sering diabaikan, sebagaimana dibahas dalam artikel Elemen Biaya dalam HPP Produk Pertanian yang Sering Diabaikan
HPP Skala Sistem: Konsistensi dan Risiko Jangka Panjang
Pada skala sistem, pertanian tidak lagi dilihat sebagai aktivitas produksi semata, tetapi sebagai rangkaian proses yang harus konsisten dan dapat direplikasi. Skala ini biasanya melibatkan:
- infrastruktur yang lebih permanen,
- tenaga kerja terstruktur,
- standar mutu,
- dan target keberlanjutan jangka panjang.
HPP pada skala sistem tidak hanya menghitung biaya produksi per siklus, tetapi juga membaca:
- risiko jangka panjang,
- ketahanan sistem terhadap gangguan,
- dan kesiapan usaha untuk bermitra atau diperbesar.
HPP di skala ini sering terlihat paling tinggi, tetapi justru paling stabil. Angka HPP mencerminkan biaya sistem yang sesungguhnya, bukan sekadar biaya agar produksi tetap berjalan hari ini.
Ilustrasi: Angka yang Berubah, Fungsi yang Berbeda
Skala kecil:
HPP terlihat Rp5.000 per kg karena banyak biaya ditopang oleh keterlibatan langsung pemilik.
Skala produksi:
HPP bergerak ke Rp7.000–Rp7.500 per kg setelah biaya tenaga kerja dan penyusutan dihitung.
Skala sistem:
HPP berada di kisaran Rp8.000–Rp8.500 per kg karena memasukkan risiko, konsistensi, dan keberlanjutan.
Masalahnya bukan pada naiknya angka HPP, tetapi pada ekspektasi yang tidak menyesuaikan skala. Menggunakan HPP skala kecil untuk keputusan di skala produksi atau sistem sering menjadi sumber tekanan dan kegagalan.
Kesalahan Umum Saat Membandingkan HPP Antar Skala
Kesalahan yang sering terjadi adalah membandingkan HPP antar skala seolah konteksnya sama. HPP skala kecil dijadikan patokan efisiensi, sementara HPP skala sistem dianggap terlalu mahal.
Padahal, setiap skala memiliki fungsi yang berbeda. Kesalahan membaca perbedaan ini sering muncul bersamaan dengan kesalahan umum dalam menghitung HPP, sebagaimana dibahas dalam Kesalahan Paling Umum Saat Menghitung HPP Produk Pertanian
Bagaimana Seharusnya Membaca Perbedaan Ini
HPP seharusnya dibaca sesuai dengan tujuan skala usaha:
- skala kecil untuk pembelajaran dan fleksibilitas,
- skala produksi untuk konsistensi,
- skala sistem untuk keberlanjutan.
Ketika skala berubah, HPP perlu dievaluasi ulang, bukan dipertahankan. Perbedaan HPP antar skala bukan kegagalan, tetapi konsekuensi logis dari sistem yang berkembang.
Pendekatan ini sejalan dengan cara membaca perbedaan antara perencanaan dan realitas lapangan, yang dibahas dalam HPP Versi Proposal vs HPP Versi Lapangan
Penutup
HPP bukan angka tunggal yang bisa dipakai di semua kondisi. Ia selalu terikat pada skala dan sistem yang melahirkannya. Menggunakan HPP di luar konteks skalanya sering kali menghasilkan keputusan yang keliru.
Dengan memahami perbedaan HPP skala kecil, produksi, dan sistem, pelaku usaha pertanian dapat menempatkan ekspektasi secara lebih realistis dan mengambil keputusan yang selaras dengan tahap usaha yang sedang dijalankan.






